The Queen Of Shopping
Membahas masalah seputar perempuan memang tidak akan ada habisnya, termasuk juga dalam perilaku berbelanjanya. Baik berbelanja yang memang merupakan sebagai suatu kebutuhan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, ataupun belanja yang juga merupakan hobi. Nah, berbicara tentang berbelanja yang telah menjadi sebuah hobi atau life style, tidak hanya dilakoni oleh masyarakat kelas menengah ke atas (kaum borjuis, jetset, selebriti, dll) tapi juga kelas menengah ke bawah, yang paling simple dikenal dengan jajan kali yah.
Temans.. Saya ingin berbagi tentang perilaku berbelanja perempuan di sekitar saya,. Yang paling terdekat tentunya adalah Ibu saya, Beliau adalah perempuan yang begitu selektif dalam membelanjakan uangnya. “cari duit itu susah neng!” kata Ibu yang memang berkarir di luar rumah. Kalau didramatisir mungkin ibarat membanting tulang dan memeras keringat (lebay mode on). Untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, Ibu biasa berbelanja di pasar sekali seminggu, biar lebih hemat dibandingkan berbelanja di warung atau tukang sayur keliling. Sedangkan kalau untuk membeli pakaian beserta atribut perempuan lainnya, Ibu memang lebih suka yang sedikit “mahal dan bermerk” karena kualitasnya bagus sehingga bisa tahan lama saat dipakai, masalah trend yang cepat sekali berubah, Beliau tidak pernah ambil pusing.
Berhubung saya adalah anak perempuan satu-satunya dikeluarga, maka yang selanjutnya adalah sepupu saya yang seorang full time mother (minjem istilahnya mbak Jazim ^_^), nah kalau yang ini benar-benar tukang belanja tulen, nggak perduli mo awal bulan, tengah bulan, atau akhir bulan. Begitu terpikir pengen belanja, langsung dech ngacir. Belanjanya juga nggak banyak-banyak, tapi kebanyakan nggak penting. Sepupu saya selalu berkilah kalau saya menolak ajakannya untuk ngisi “absen” di mall atau swalayan lainnya. “nggak usah belanja, kita cuma mo jalan-jalan cuci mata ngilangin suntuk aja kok, paling cuma modal bensin sama duit buat makan atau ngemil doang”. walaupun nggak niat belanja alias cuma “cuci mata”, tapi tetep aja kebobolan, capeeee.. dech. Alhasil, sekalipun duit cash nggak cukup, tinggal ngeluarin “kartu ajaib” (kartu debet atau kartu kredit) aja, walaaah..
Nah lain lagi dengan salah seorang teman saya, gemar belanja dengan sistem pembayaran nyicil alias kredit. Mulai dari perabotan rumah, barang pecah belah, pakaian beserta asesorisnya, weleh-weleh.. pokoke dahsyat daaah. Sangat berbanding terbalik dengan temen saya yang satunya lagi, yah miss irit. Saking iritnya sampai-sampai masih menggunakan produk yang terlihat sudah tidak layak pakai. Herannya lagi, ia lebih suka berbelanja “barang second” dengan alasan walaupun murah tapi tetap gaya karena buatan luar negeri, ckckckc..
Berbagai macam yah pola belanja perempuan, pantas saja sampai ada istilah The Queen Of Shopping.Wahai para perempuan, baik yang masih single ataupun yang sudah berkeluarga, bagaimana pola belanja Anda?. Sudahkah Anda masuk ke dalam kategori Shop smart atau smart buyer?.
